KAB.SOPPENGNasionalWISATA

Peluang Dongkrak PAD, Destinasi Wisata Soppeng Perlu Dukungan Investasi

35
×

Peluang Dongkrak PAD, Destinasi Wisata Soppeng Perlu Dukungan Investasi

Sebarkan artikel ini
Permandian Air Panas Wisata Alam Lejja
Listen to this article

Yassisoppengi, Bumi Latemmamala

Oleh: Andi Jumawi
Pemimpin Redaksi

Jum’at 6 Februari 2026
SOPPENG (INDEKS) — Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, memiliki modal sosial, ekologis, dan ekonomi yang kuat untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak pendapatan asli daerah (PAD). Karakter kota Watansoppeng yang hidup namun nyaman, ditopang stabilitas sosial dan keunikan lingkungan, menjadi fondasi penting dalam membangun branding daerah yang berkelanjutan dan bernilai investasi.

Aktivitas warga pada pagi hari—mulai dari olahraga, geliat kuliner sarapan, hingga interaksi sosial di warung kopi—mencerminkan denyut ekonomi lokal yang tumbuh secara alami dan inklusif. Keberadaan koloni burung kalong yang hidup berdampingan dengan kawasan perkotaan juga memperkuat identitas Soppeng sebagai daerah yang menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Danau Tempe

Kondisi sosial yang relatif aman dan masyarakat yang ramah menjadi faktor pendukung utama bagi iklim investasi. Stabilitas ini merupakan prasyarat berkembangnya sektor pariwisata, usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif berbasis jasa. Dalam konteks tersebut, Soppeng dinilai memiliki keunggulan komparatif dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.

Wisata Alam Desa Mattabulu.

Namun demikian, potensi pariwisata yang dimiliki belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, misalnya, dengan sumber air panas alaminya, berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan terpadu. Sementara kawasan Citta, Umpungeng, Jolle, dan Mattabulu menawarkan panorama alam yang mendukung pengembangan ekowisata dan wisata minat khusus.

Hamparan Sawah di Soppeng

Danau Tempe juga menyimpan potensi besar tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi sebagai pusat wisata budaya dan ekonomi berbasis masyarakat. Pengembangan sektor perikanan, kuliner khas, serta atraksi budaya lokal dinilai dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun regional.

BACA JUGA  Polresta Kendari Tangkap Pengedar Sabu, 70 Sachet Ditemukan di Rumah Kos
Wisata Alam Citta

Beragam potensi tersebut membuka ruang investasi yang luas, mulai dari pengembangan akomodasi ramah lingkungan, jasa wisata, transportasi lokal, hingga ekonomi kreatif. Investasi yang terarah diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi masyarakat setempat.

Hamparan Kebun Jagung di Soppeng

Di sektor UMKM, kuliner dan oleh-oleh khas Bugis seperti bolu cukke, nennu-nennu, dan tape memiliki nilai ekonomi sekaligus identitas budaya yang kuat. Dengan pengemasan modern, standardisasi kualitas, serta dukungan pemasaran digital, produk-produk tersebut berpeluang menembus pasar yang lebih luas.

Pemandian Alam Citta

Selain itu, bentang alam pertanian berupa hamparan sawah dan kebun jagung mencerminkan kekuatan sektor agraris Soppeng. Integrasi pertanian dengan pariwisata dan UMKM membuka peluang pengembangan agrowisata yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Permandian Air Panas Wisata Alam Lejja

Dalam konteks branding daerah, Soppeng memiliki narasi yang relevan dengan tren pariwisata saat ini—tenang, ramah, autentik, dan berkelanjutan. Tantangan ke depan terletak pada penyelarasan narasi tersebut ke dalam kebijakan pembangunan, promosi yang konsisten, serta kemitraan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.Dengan pengelolaan yang tepat, Soppeng berpotensi tumbuh sebagai destinasi wisata sekaligus tujuan investasi yang menjanjikan di Sulawesi Selatan, tanpa kehilangan jati diri lokalnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!