HUKUMJAKARTANasional

Terkait Keluhan Banyak Investor Dapur MBG 3T, Kepala BGN Pusat Di minta Turun Lapangan

132
×

Terkait Keluhan Banyak Investor Dapur MBG 3T, Kepala BGN Pusat Di minta Turun Lapangan

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Jakarta (INDEKS) – Berdasarkan perkembangan terbaru di awal tahun 2026, kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menghadapi tantangan serius, terutama terkait belum terbayarnya investor dapur 3T (terdalam, terjauh, terpencil) yang mana sudah banyak yang 100%,belum lagi indikasi maraknya permainan MAKELAR DAPUR yang mana dia menjadi investor pertama dan di jual kembali ke orang orang lain.

BERITA TERKINI :

Temuan di lapangan menunjukkan Pemerintah pusat lewat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh para investor dapur MBG segera turun tangan cek lokasi di lapangan terkait polemik permasalahan dapur MBG yang perlu tindak lanjut sangat serius.

Hal tersebut di ungkapkan salah satu pelaku investor Dapur MBG di kawasan Kalimantan Utara Rocky (nama di samarkan) ketika di konfirmasi awak media Jum’at,(30/01/2026), mengatakan, “Kami mohon kepada pemerintah pusat lewat Kepala BGN Pusat agar serius melihat permasalahan di seluruh Indonesia hampir sama.
Karena selama ini masih banyak belum terbayarnya investor dapur 3T (terdalam, terjauh, terpencil) yang mana sudah banyak yang 100%,”ucapnya.

BERITA TERKINI :

“Belum lagi kondisi di lapangan makin maraknya permainan MAKELAR DAPUR yang mana dia menjadi investor pertama dan di jual kembali ke orang lain. Kalau memang dapur seperti dapur mitra seharusnya BGN memiliki aturan yang sesuai dengan juknis pertama dan tidak berubah-ubah. Kami mohon agar BGN Pusat mengevaluasi pembayaran langsung ke pekerja di lapangan sesuai konfirmasi pihak Kasatgas,”terangnya.

BACA JUGA :

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Lembaga Gerakan Anti Korupsi (GAK) Kampanye Sitanggang mengatakan,” Kepala BGN Pusat di minta berantas Dugaan “Calo” dan Kecurangan dalam Program MBG. Lembaga GAK menyoroti adanya “calo-calo yayasan” atau pihak ketiga yang bergentayangan dalam program ini.

“MBG bukan akhir, tapi awal dari revolusi gizi nasional. Kritik boleh, tapi jangan sampai mengubur program yang akhirnya bikin negara ini peduli isi perut anak Bangsa,” ungkap Kampanye Sitanggang asal Kota Medan yang merantau di Jakarta.(Tim)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

BACA JUGA  Bahas Profesionalisme Prajurit, Kasad Adakan Kunjungan Kehormatan Kepada Kasad Italia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!