Kabupaten SoppengNasional

Menikmati Teh Telur: Merawat Tradisi, Menguatkan Rasa, Menjaga Makna

397
×

Menikmati Teh Telur: Merawat Tradisi, Menguatkan Rasa, Menjaga Makna

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Salam Redaksi

Oleh : Andi Jumawi
Pemimpin Redaksi
Soppeng 14 Januari 2026

Di tengah maraknya kopi kekinian dan minuman impor yang menjamur di sudut-sudut kota, segelas teh telur justru tampil sebagai simbol kesetiaan pada minuman khas daerah Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Minuman sederhana berbahan teh panas, telur ayam bebek, gula aren, bubuk merica dan kadang susu kental manis ini bukan sekadar pelepas dahaga. Ia adalah cerita, identitas, dan ingatan kolektif yang diwariskan lintas generasi.

Menikmati teh telur bukan hanya soal rasa. Ia adalah pengalaman. Saat kuning telur dikocok perlahan hingga berbuih, lalu disiram teh panas yang harum, tercipta alkimia tradisi yang tidak bisa digantikan mesin espresso atau sirup impor. Ada kesabaran, ada ritual, dan ada penghormatan pada proses.

Di banyak daerah—terutama di Sulawesi dan Sumatera—teh telur menjadi minuman pergaulan. Ia hadir dalam pertemuan sahabat, diskusi panjang di warung, hingga menemani malam-malam dingin di desa. Segelas teh telur seringkali menjadi pembuka obrolan, pemecah canggung, sekaligus pengikat kebersamaan. Di sanalah nilai sosialnya hidup.

Lebih dari itu, teh telur juga menyimpan filosofi. Perpaduan teh yang pahit dan telur yang lembut mencerminkan keseimbangan hidup: pahit dan manis, keras dan lunak, rasional dan rasa. Kita diajak tidak hanya meneguk minuman, tetapi juga meneguk pelajaran tentang harmoni.

Di era modern, ketika segala sesuatu diukur dari kemasan dan tren, teh telur justru mengajarkan kebalikan: bahwa yang paling bernilai seringkali lahir dari kesederhanaan. Ia tidak butuh branding mewah. Cukup warung kecil, teko panas, dan tangan yang terampil.

Menikmati teh telur berarti ikut menjaga warisan. Ia adalah bentuk kecil perlawanan terhadap lupa. Di dalam buih kuning telur itu, tersimpan jejak nenek moyang, kebiasaan lama, dan cara kita merayakan kebersamaan.

BACA JUGA  Bid Propam Polda Sultra Berikan Kejutan Kue Ulang Tahun untuk POM TNI AU di HUT ke-78

Maka, ketika kita mengangkat gelas teh telur dan menyeruputnya perlahan, sejatinya kita sedang melakukan lebih dari sekadar minum. Kita sedang menghormati tradisi, merawat ingatan, dan menikmati Indonesia dalam bentuk paling sederhana dan jujur.

Ingin menikmati teh Telur Nikmat anda bisa berkunjung ke Warkop Abadi, Jalan Kemakmuran Depan BRI Kota Watansoppeng, dijamin pasti Puas.. Hal ini seringkali di pagi hari kita menyaksikan kelompok pecinta teh telur dari Pesepeda Simpang Tiga Cabbenge diantara H.Mutawwafe, H.Lodi bersama rekannya,kelompok sepeda Motor Gede N-Max, X-Max H.Baba dan rekannya dan sejumlah kalangan muda-mudi, dewasa bahkan sampai orang tergolong paruh baya doyang ke Warkop Abadi Soppeng milik Hj Uli seorang ASN di Kantor Bupati Soppeng, angkatan 1994 SMAN 1 Watansoppeng.

Ayo kesana, jangan ragu, ayo kita Nikmati Teh Telur bersama di Warkop Abadi Hj Uli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!