BULETIN TNIJAKARTANasional

Pasukan Perdamaian RI Diakui Paling Dihormati di Misi PBB

37
×

Pasukan Perdamaian RI Diakui Paling Dihormati di Misi PBB

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Jum’at 10 April 2026

Jakarta (INDEKS) – Pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat pengakuan sebagai salah satu kontingen paling dihormati di berbagai wilayah penugasan.

Pengakuan tersebut muncul di tengah kabar duka gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026.

Ketiga prajurit tersebut yakni Praka Farizal Rhomadhon yang gugur setelah posisi yang ditempatinya di dekat Aadchit El Qsair terkena proyektil tank 122 mm milik Israel Defense Forces (IDF). Sementara itu, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar gugur sehari kemudian akibat ledakan alat peledak improvisasi (IED) di sektor timur Lebanon.

Di balik insiden tersebut, kontribusi pasukan Indonesia dalam misi perdamaian dunia tetap mendapat apresiasi tinggi. Berdasarkan laman resmi PBB, Indonesia dikenal menerapkan pendekatan komprehensif dalam menjalankan misi, tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pembangunan masyarakat pascakonflik.

Pendekatan itu meliputi pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, hingga kegiatan sosial yang mempererat hubungan antara pasukan penjaga perdamaian dan masyarakat lokal.

Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI, Mayor Jenderal Taufik Budi Santoso, menegaskan bahwa kehadiran pasukan Indonesia merupakan wujud komitmen kemanusiaan bangsa.

“Para penjaga perdamaian kita mewakili komitmen Indonesia terhadap kemanusiaan. Dari Lebanon hingga Kongo, mereka membawa bukan hanya bendera Merah Putih, tetapi juga nilai-nilai perdamaian, kasih sayang, dan solidaritas,” ujarnya.

Hingga 2025, Indonesia tercatat sebagai penyumbang pasukan penjaga perdamaian terbesar kelima di dunia dengan lebih dari 2.700 personel yang bertugas di berbagai misi PBB, antara lain di Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Republik Afrika Tengah, Sudan Selatan, dan Sahara Barat.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya juga menekankan pentingnya peran pasukan perdamaian dalam menjaga stabilitas global.

“Dunia membutuhkan legitimasi unik kita, kemampuan untuk menyatukan negara-negara, menjembatani perbedaan, dan menghadapi tantangan bersama,” katanya.

Kontribusi aktif Indonesia dalam misi perdamaian internasional tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat pasukan Tanah Air mendapat penghormatan luas di kancah global.(Tim/SY)

Redaksi/Publisher ; Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!