BANDUNGBENCANA ALAMBULETIN TNIJAWA BARATNasional

Update Longsor Cisarua: 38 Jenazah Dievakuasi, 23 Personel Marinir Tertimbun

109
×

Update Longsor Cisarua: 38 Jenazah Dievakuasi, 23 Personel Marinir Tertimbun

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Bandung (INDEKS) — Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan telah mengevakuasi 38 jenazah korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hingga Senin (26/1) petang. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, pada Senin, tim berhasil mengevakuasi sembilan jenazah hingga pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA :

“Dengan demikian, total korban yang telah dievakuasi dan diserahkan ke DVI berjumlah 38 jenazah sejak operasi SAR dimulai,” kata Ade di Bandung, Senin.

Ia menyampaikan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa (27/1/2026) dengan mengerahkan personel gabungan dan 12 unit alat berat di sejumlah titik terdampak longsor.

“Hari ini kami mendapat tambahan tiga alat berat, sehingga total yang dapat dikerahkan pada pencarian berikutnya sebanyak 12 unit,” ujarnya.

Ade menjelaskan, kondisi cuaca sempat menjadi kendala pada pagi hari. Namun cuaca yang membaik pada siang hingga sore hari memungkinkan tim SAR memaksimalkan upaya pencarian.

“Pagi hari cuaca kurang mendukung, tetapi siang sampai sore cukup cerah sehingga proses pencarian dapat dipercepat,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai penetapan status tanggap darurat bencana, operasi SAR akan berlangsung selama 14 hari dan akan dilakukan evaluasi pada hari ketujuh pelaksanaan.

BACA JUGA :

Klarifikasi Data Orang Hilang

Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar menyampaikan bahwa hingga saat ini 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Sebanyak 20 korban sudah teridentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” katanya.

Terkait informasi awal mengenai 108 orang hilang, Aries menegaskan angka tersebut bukan jumlah korban hilang, melainkan jumlah masyarakat yang datang ke pos DVI untuk keperluan pengambilan data ante-mortem.

“Angka 108 itu adalah jumlah pelapor, bukan korban hilang. Data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui,” ujarnya.

Ia menjelaskan, satu korban dapat dilaporkan oleh lebih dari satu anggota keluarga sehingga jumlah pelapor tidak dapat dijadikan acuan jumlah korban hilang.

“Kami tetap menerima laporan masyarakat, meskipun tanpa kelengkapan administrasi, karena satu korban bisa dilaporkan oleh dua hingga tiga orang,” katanya.

23 Personel Marinir Menjadi Korban

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan 23 personel Marinir menjadi korban dalam peristiwa longsor tersebut.

“Sebanyak 23 anggota Marinir tertimbun longsor. Saat ini baru ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sementara lainnya masih dalam pencarian,” kata Ali.

Ia menjelaskan, para prajurit Marinir tersebut berada di lokasi untuk melaksanakan latihan persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Lokasi latihan diketahui diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari sebelum longsor terjadi.

“Curah hujan yang tinggi diduga menjadi pemicu longsor yang juga menimpa permukiman warga dan lokasi latihan prajurit,” katanya.

Hingga kini, TNI AL bersama tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan mengerahkan alat berat dan drone guna mempercepat proses evakuasi.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Proses pencarian korban hilang serta penanganan dampak bencana di wilayah terdampak masih terus berlangsung.(Tim/SY)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

BACA JUGA  Akhirnya Dona Sari DPO Kejari Padang Ditangkap Tim Tabur Kejagung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!