JAKARTANasionalPLN

Dirut PLN Ungkap Tantangan Terberat Pemulihan Listrik di Aceh dan Sumatra

44
×

Dirut PLN Ungkap Tantangan Terberat Pemulihan Listrik di Aceh dan Sumatra

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

JAKARTA (INDEKS.co.id) — PT PLN (Persero) mengungkapkan besarnya tantangan dalam pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Skala kerusakan yang masif dan tersebar di ratusan titik membuat upaya pemulihan kali ini disebut sebagai yang terberat sepanjang sejarah perusahaan.

BERITA TERKINI :

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, tingkat kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat bencana tersebut jauh melampaui peristiwa besar sebelumnya, termasuk tsunami Aceh pada 2004.

“Pada saat tsunami Aceh, titik kerusakan sistem kelistrikan tercatat sekitar delapan lokasi. Namun pada bencana kali ini, di Aceh saja terdapat 442 titik kerusakan. Itu belum termasuk wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat,” ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

BERITA TERKINI :

Ia menjelaskan, tantangan utama di lapangan adalah terputusnya akses logistik akibat longsor dan banjir yang merusak jalur transportasi darat. Kondisi tersebut memaksa PLN bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara untuk mengangkut peralatan vital, seperti menara darurat dan kabel transmisi, menggunakan pesawat Hercules dan helikopter.

“Kami harus mengakui, untuk pertama kalinya kami benar-benar dikalahkan oleh alam. Jalur darat tidak bisa dilalui sehingga pengangkutan material hanya bisa dilakukan melalui udara hingga akses Banda Aceh–Bireuen dapat dipulihkan sekitar sepekan kemudian,” kata Darmawan.

Di tengah keterbatasan tersebut, tim teknis PLN melakukan berbagai improvisasi di lapangan. Salah satunya dengan memodifikasi alat berat crane menjadi menara listrik darurat setinggi 54 meter untuk membentangkan jaringan transmisi di lokasi sulit, serta mencari titik tanah keras di tengah area rawa dan banjir sebagai fondasi tiang penyangga.

Darmawan mengapresiasi dedikasi para petugas yang bekerja dalam kondisi ekstrem selama berminggu-minggu. Ia menyebut, banyak personel harus tinggal di tenda darurat dan bekerja tanpa fasilitas yang memadai demi mempercepat pemulihan listrik bagi masyarakat.

BERITA TERKINI :

Selain tantangan teknis, proses pemulihan juga didukung oleh kerja sama lintas sektor. Petugas PLN bersinergi dengan TNI, Polri, serta masyarakat setempat, termasuk dalam proses penarikan kabel transmisi secara manual di lokasi terisolasi yang tidak memungkinkan penggunaan alat berat.

“Di lapangan kami merasakan betul keterbatasan manusia di hadapan kekuatan alam. Namun dengan gotong royong, tim PLN bersama aparat dan warga berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Darmawan.

Terkait progres pemulihan, PLN mencatat hasil yang signifikan. Pemulihan kelistrikan di Sumatra Barat telah tuntas sepenuhnya sejak akhir Desember 2025. Sementara itu, wilayah Sumatra Utara dan Aceh telah mencapai tingkat pemulihan di atas 99 persen, meski sempat terkendala longsor susulan.

Khusus di Aceh, pemulihan dinilai paling kompleks karena melibatkan kerusakan infrastruktur transmisi utama dalam skala besar. Hingga kini, sekitar 60 desa masih belum teraliri listrik akibat akses jalan yang belum dapat ditembus.

PLN menyatakan akan terus mengupayakan percepatan pemulihan seiring dengan membaiknya kondisi akses dan cuaca di wilayah terdampak.(Tim)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

BACA JUGA  PEMKAB SOPPENG STUDI TIRU DI JOGJAKARTA, INI DILAKUKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!