DAERAHKAB.SOPPENG

Polsek Donri-Donri Tangani Dugaan Gantung Diri di Labokong, Soppeng

174
×

Polsek Donri-Donri Tangani Dugaan Gantung Diri di Labokong, Soppeng

Sebarkan artikel ini
Listen to this article

Soppeng (INDEKS) — Personel Polsek Donri-Donri jajaran Polres Soppeng melakukan penanganan peristiwa dugaan gantung diri yang terjadi di Dusun Assorajang, Desa Labokong, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Sabtu (21/2) malam sekitar pukul 22.30 WITA.

Korban diketahui seorang perempuan berusia 24 tahun berinisial H.Y., warga setempat. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ayah korban berinisial S, setelah menerima informasi dari anaknya yang berada di luar daerah terkait dugaan upaya bunuh diri.

Setelah menerima kabar itu, saksi segera menuju bagian atas rumah dan mendapati korban telah tergantung di depan kamar menggunakan seutas tali nilon. Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar.

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat melakukan komunikasi melalui panggilan video dengan seorang pria yang dikenal dekat dengannya.

Sekitar pukul 23.00 WITA, personel Polsek Donri-Donri bersama piket fungsi dan Tim Inafis Satreskrim tiba di lokasi dipimpin Kapolsek Donri-Donri IPTU Asdar dan Pamapta IPDA Ibrahim untuk melakukan tindakan kepolisian.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan saksi-saksi, serta melaksanakan pemeriksaan luar terhadap jenazah bersama tenaga medis dari Puskesmas Tajuncu.

Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Personel kami telah melaksanakan penanganan secara cepat dan profesional, termasuk olah TKP serta pemeriksaan awal bersama tenaga medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan keterangan saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka jeratan pada leher yang sesuai dengan simpul dan lilitan tali, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain. Petugas turut mengamankan barang bukti berupa seutas tali nilon dan pakaian yang digunakan korban saat kejadian.

BACA JUGA  Bawa Senjata Tajam, Dua Tukang Parkir Diamankan Personel Satgas Preventif Ops Pekat Anoa 2025

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pernyataan itu dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani bersama aparat desa setempat.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi dan segera mencari bantuan apabila menghadapi permasalahan pribadi. Kepedulian keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” katanya.

Situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(Tim)

Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DILARANG MENCOPY/PLAGIAT DAPAT DI PIDANA

error: Content is protected !!