Soppeng (INDEKS) — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid Attaubah Kompleks Rutan Kelas IIB Watansoppeng, kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada malam ketujuh Ramadhan 1447 Hijriah. Kapten Inf Irfan Nasir, Pasilog Kodim 1423/Soppeng, yang juga dikenal sebagai dai di kalangan masyarakat, menyampaikan kajian Ramadhan yang diawali keceriaan dan ditutup dengan suasana haru, Selasa 24 Februari 2026.
Kehadiran Kapten Irfan disambut Kepala Rutan beserta jajaran staf dan jamaah masjid. Bagi warga binaan, sosok perwira TNI tersebut bukanlah orang baru. Ia rutin mengisi khutbah Jumat maupun ceramah hikmah Ramadhan di masjid rutan sesuai jadwal yang diamanahkan Kementerian Agama Kabupaten Soppeng.
BACA JUGA :
Dalam ceramahnya, Kapten Irfan mengangkat tafsir Q.S. Ali Imran ayat 103–104 tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar serta pentingnya menjaga persatuan dan tidak memperdebatkan hal-hal yang telah jelas ketentuannya, baik terkait halal-haram maupun perintah dan larangan agama. Ia juga menguatkan pesan tentang pentingnya segera bertaubat sebagaimana termaktub dalam Q.S. An-Nisa ayat 17, yakni taubat atas kejahilan yang dilakukan karena ketidaktahuan dan disertai kesadaran untuk segera memperbaiki diri.
“Siapapun kita, apapun profesi kita, jangan menunda kebaikan dan jangan menunda taubat sebelum terlambat. Jangan tunggu nanti, karena bisa jadi kita tak lagi punya kesempatan,” ujarnya di hadapan jamaah.
BACA JUGA :
Ceramah yang disampaikan dengan bahasa lugas dan mudah dipahami itu sempat diwarnai tepuk tangan jamaah. Namun Kapten Irfan dengan santun mengingatkan agar tidak berlebihan. “Terima kasih atas antusiasmenya, tapi jangan tepuk tangan. Kita sedang berada di tempat ibadah dan menjalankan rangkaian ibadah Ramadhan,” katanya.
Di penghujung tausiyah, ia menyampaikan pesan penutup, “It’s never too late to mend, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri,” seraya memohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat kekhilafan.
Suasana pun berubah haru ketika tersiar kabar bahwa ceramah tersebut kemungkinan menjadi momen terakhirnya bersama jamaah Rutan Watansoppeng, seiring rencana kepindahannya untuk bertugas di Korem 141/Toddopuli.
Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng Dedi Nugroho mengaku baru memahami pernyataan Dandim saat acara buka puasa bersama di rumah jabatan bupati beberapa waktu lalu mengenai adanya perwira yang akan pindah tugas.
“Saya baru menyadari ternyata yang dimaksud adalah Kapten Irfan. Meski saya terbilang baru di sini, saya melihat keakraban dan kekeluargaan yang luar biasa antara beliau dengan staf maupun warga binaan,” ujar Dedi.
BACA JUGA :
Usai shalat Tarawih, imam dan pengurus masjid serta sebagian besar jamaah tampak berebut menyalami bahkan memeluk Kapten Irfan sebelum meninggalkan kompleks rutan, menandai kedekatan emosional yang telah terbangun selama ini.
Malam itu, ceramah Ramadhan tak hanya menjadi pengingat spiritual, tetapi juga momentum perpisahan yang meninggalkan kesan mendalam bagi warga binaan dan seluruh jamaah Masjid Attaubah.(Tim)
Redaksi/Publizher : Andi Jumawi
















