Budaya Lokal dalam Perspektif Sejarah di Kabupaten Buru

Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, Abd Rahim Umasugi,S.Pd.,MA.(Doc.Red.**Kasman Umar)

Namlea_www.indeks.co.id–Pemerintah Kabupaten Buru, Provinsi Maluku kembali menggali potensi seni dan budaya leluhur daerah ini yang sudah sekian lama dianggap menghilang dari budaya masyarakat sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat melaksanakan pagelaran seni dan budaya dengan nama Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

“Ada yang terasa hilang dari Budaya kita di Kabupaten Buru ini, dimana seni dan budaya kita yang begitu menarik untuk kita kembangkan dan perkenalkan di masa perkembangan zaman saat ini,”kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru Abd.Rahim Umasugi,S.Pd.,MA,Kamis (28/11/2019).

Menurutnya,lewat Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah(GSMS),pihaknya akan merekrut dan bekerjasama dengan para seniman untuk mengembangkan budaya yang telah hilang dan hampir dilupakan, agar kembali dikembangkan dan dipublikasi dalam kegiatan kegiatan seperti pagelaran seniman,jelasnya.

Selain itu lanjut Abd Rahim Umasugi, bahwa melalui GSMS yang telah lebih dulu dilksanakan pada 4 sekolah maka di tahun 2019 ini akan direkrut lagi di 21 sekolah,sebagai salah satu usaha yang sangat membantu dalam memfasilitasi keterbatasan sekolah untuk menghadirkan guru seni budaya,yang selama ini menjadi kendala di semua sekolah,terangnya.

Dikatakannya bahwa GSMS juga menjadi salah satu program penguatan karakter sehingga nantinya diharapkan kerjasama antara seniman dan bidang kebudayaan Kabupaten Buru dapat dikembangkan dan diketahui oleh seluruh masyarakat,harapnya.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Kabupaten Buru, Joharia Ibrahim Tan saat memberikan pemaparan mengungkapkan bahwa budaya lokal merupakan bagian penting dalam menanamkan rasa sosial kemasyarakatan karena pengembangan masyarakat,akan diupayakan diindentifikasi elemen elemen penting,dari Budaya lokal tersebut,ucap Joharia.

Masih kata Joharia,kedepannya berbagai kegiatan pengembangan terhadap seni dan budaya akan diterapkan dari sekolah-sekolah dan sanggar-sanggar yang ada di Kabupaten Buru dengan harapan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran yang memang di angkat dari kearifan lokal yang ada di Kabupaten Buru,terangnya.

Untuk diketahui pagelaran budaya lokal ini dikemas secara profesional oleh Kabid Kebudayaan bekerja sama dengan konsultan khusus Budaya, Taib Tan. Pagelaran tersebut menampilkan berbagai tarian adat dan seni budaya dan adat lokal yang ada di Kabupaten Buru.Kemasan multikultur yang ditampilkan menunjukan suatu perbedaan  dalam masyarakat namun masih tetap mempertahankan identitas budaya yang berbeda,ujar Joharia.

Terakhir dia mengharapkan dengan adanya pagelaran ini masyarakat Buru dapat memahami suatu perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan yang didalamnya ada nilai-nilai budaya untuk diketahui juga.

Di kabupaten Buru ini selain tersebar berbagai seni dan budaya juga dikenal sebagai kota Perjuangan yang mana telah terjadi berbgai peristiwa sejarah yang sangat heroik dan fenomenal, diantaranya peristiwa perobekan bendera merah putih, pengibaran bendera merah putih, penjahitan bendera kedua setelah bendera pusaka,kemudian pendaratan TNI pertama di provinsi Maluku serta sederetan peristiwa lainnya, sampai kepada pembuangan para tahanan politik,hal yang demikian inilah yang membuat beberapa Kepala Negara pernah berkunjung ke P.Buru seperti Bung Karno,Susilo Bambang Yudoyono,dan Jokowi,pungkasnya.

Laporan : Kasman Umar
Redaksi

indeks

Read Previous

Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke SEA Games Filipina

Read Next

Presiden Dukung Pemanfaatan Sumber Ekonomi Baru

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *